Gaya geser biasanya tidak bekerja sendiri, namun terjadi bersamaan menggunakan gaya lentur/momen, torsi atau normal/aksial. asal percobaan yang sudah dilakukan diketahui bahwa keruntuhan akibat gaya geser bersifat brittle/getas atau tidak bersifat daktail/liat, sebagai akibatnya keruntuhannya terjadi secara datang-datang. Hal ini karena kekuatan menunda geser lebih banyak asal kuat tarik dan tekan beton dibandingkan sang tulangan gesernya. di struktur beton yg menunda momen maka keruntuhannya mampu diatur apakah akan bersifat daktail atau tidak, tergantung di jumlah tulangan yang digunakan.Tulangan Geser Pada Balok
Besar gaya geser pada balok atau kolom, umumnya bervariasi sepanjang bentang, sehingga banyaknya tulangan geser pun bervariasi sepanjang bentang.

- Retak akibat lentur/momenTulangan Geser Pada Balok
- Retak akibat geser

PERENCANAAN TULANGAN GESER MENURUT SNITulangan Geser Pada Balok
- Tulangan geser vertikal
- Tulangan geser miring / diagonal
- Tulangan geser spiral
- Tulangan lentur yang dibengkokkan
Demikian juga dengan tulangan geser spiral meskipun efektif dalam menahan gaya geser tapi sulit pemasangan pemasangannya dan sekaligus lebih mahal.
Dalam hal ini yang paling disukai dan paling banyak dipakai dalam perencanaan struktur adalah tulangan geser vertikal.

PROSEDUR PERHITUNGAN TULANGAN GESER
1. Gaya geser/shear/transversal pada struktur beton
Vu = 1,2 VD + 1,6 VL
Keterangan :
VD = gaya geser akibat beban mati
VL = gaya geser akibat beban hidup

2. Menghitung kekuatan beton menahan geser Vc
Harga Vc berdasar jenis struktur, yaitu sebagai berikut :Tulangan Geser Pada Balok

Keterangan :
Vc = kemampuan beton menahan geser (N)
f’c = kuat tekan beton (MPa)
ρw = rasio tulangan pada web = As/bwd
Vu = beban geser terfaktor (N)
Mu = beban momen terfaktor (Nmm)
bw = lebar balok (mm)
d = tinggi balok efektif (mm)
Mengingat harga-harga Vu, Mu dan ρw bervariasi sepanjang bentang sehingga akan menyulitkan untuk menghitungnya, maka persamaan di atas disederhanakan dengan persamaan sebagai berikut :




dengan :
Nu = beban aksial terfaktor (N)
Ag = luas bruto penampang (mm²)
kedua persamaan di atas tidak perlu lebih besar dari

jadi dipilih yang terkecil di antara persamaan di atas
c. Untuk kombinasi geser dan aksial tarik (contoh : kolom tarik)

Dalam perencanaan/desain ultimit maka kekuatan beton dalam menahan gaya geser ini harus dikalikan dengan faktor reduksi sebesar 0,75.
3. Memeriksa syarat penampang struktur dengan ketentuan sebagai berikut :
- Bila Vu<0,5 Φ Vc → tidak memerlukan sengkang
- Bila 0,5 Φ Vc<Vu< Φ Vc → gunakan tulangan minimum
- Bila (Vu – Φ Vc)<0,67bwd → hitung Vs
- Bila (Vu – Φ Vc)>0,67bwd → ukuran penampang diperbesar
Vu ≤ Φ Vn
Vn = Vc+Vs
Vu ≤ Φ Vc+ΦVs
maka Vs = (Vu / Φ) – Vc
5. Menghitung tulangan geser yang diperlukan
Keterangan
Φ = untuk tulangan polos
D = untuk tulangan deformed
Menghitung jarak/spasi tulangan geser s

Keterangan :
fy = tegangan leleh baja tulangan geser (MPa)
6. Bila pada langkah ke 3 menghasilkan 0,5 Φ Vc<Vu< ΦVc maka dapat digunakan tulangan minimum dengan persamaan sebagai berikut :

Baca Juga :
Definition and Definition of Work Volume