
Ketika ini poly metode konstruksi yang dikembangkan menggunakan tujuan memperoleh suatu metode yg lebih efisien di aspek biaya , Mutu, serta ketika (BMW). keliru satu berasal metode tadi artinya Metode Konstruksi Top-Down. Metode Konstruksi Top-Down ini digunakan pada pembangunan gedung gedung bertingkat. pengunaan metode ini dapat meminimalisir aspek ketika pelaksanaan sebuah proyek dibandingkan dengan mengunakaan metode sebelumnya yaitu Bottom-Up. dikarenkan metode Top-down ini memungkinkan dilakukan pembangunan 2 bagian yaitu upper struktur dan bottom struktur sekaligus.Metode Konstruksi Top-Down
Sedangkan metode sebelumnya ,pembangunan suatu bangunan dimulai dari lantai paling bawah yg kedalamannya sudah direncanakan. kemudian dilanjutkan kelantai atas berikutnya secara berurutan. Nah buat lebih jelasnnya mengenai metode konstruksi Top Down anda dapat perhatikan penjelasannya dibawah ini :
- Anda perlu menghasilkan Diaphragm wall mengelilingi rencana bangunan yg akan dikerjakan.Metode Konstruksi Top-Down
- Sesudah diaphragm wall terselesaikan dirancang. langkah selanjutnya ada proses pengeboran Borepile yang nantinya akan disisipkan sebuah baja profil king post. Pengeboran dilakukan hingga mencapai kedalaman yg sudah direncanakan.
- Sesudah pengecoran borepiled sertadannbsp;diaphragm wall mencapai umur betonnya maka plat lantai pada lantai 1 dapat dikerjakan. yg mana pada termin ini plat lantai tersebut dihubungkan secara monolit menggunakan king post yang telah dibuat sebelumnya serta ingat buatlah
- Sehabis plat lantai mencapai umur betonya, maka dilakukan penggalian buat lantai basement berikutnya. Pengalian ini dilakukan dengan menggunakan excavator berukuran mungil/sedang. pembuangan tanah hasil kerukan bisa dibuang melalui sebuah ramp yang bersifat temporer.
- Pada termin ini pulang lagi seperti termin ke-tiga. Urutan ini akan berulang sinkron menggunakan jumlah lantai yg direncanakan.Metode Konstruksi Top-Down
- Aktivitas pembangunan di bagian atas dapat dimulai tetapi permanen diperhitungkan jumlah lantai yg dapat dibuat menyesuaikan kekuatan yang bisa ditopang sementara. sedangkan pada lantai basement berikutnya dilanjutkan proses pengalian.
- di lantai akhir basement dapat dilakukan pengecoran raft foundation serta dilanjutkan dengan pengecoran kolom king post mejadi kolom beton komposit dengan menghubungkan starter bar yg sudah dirancang sebelumnya.
Nah seperti itu kiranya sketsa pembangunan menggunakan menggunakan metode konstruksi Top-Down. tentunya berdasarkan konsep pembangunannya kita dapat berhemat waktu aplikasi Jika dibandingkan metode bottom up. demikian artikel ini jika kesalahan pada penyajian meteri diatas mampu berikan komentar dibawah artikel ini. semoga bermanfaat – Salam Teknik
Baca Juga :
Pengertian dan Definisi Volume Pekerjaan