Kolam retensi adalah kolam yg berfungsi buat menampung air hujan sementara saat menggunakan menyampaikan kesempatan buat bisa meresap kedalam tanah yang operasionalnya dapat dikombinasikan dengan pompa atau pintu air. Konsep dasar dari kolam retensi merupakan menampung volume air saat debit maksimum di sungai datang, lalu secara perlahan huma mengalirkannya ketika debit di sungai telah pulang normal. Secara khusus kolam retensi akan memangkas besarnya zenit banjir yg terdapat pada sungai, sebagai akibatnya potensi over topping yg mengakibatkan kegagalan tanggul dan luapan sungai tereduksi.Kolam Retensi atau Retardin
Selain fungsi utamanya menjadi pengendali banjir, manfaat lain yang bisa diperoleh dari Kolam Retensi artinya:
1. sebagai wahana pariwisata air;
2. menjadi konservasi air, sebab bisa menaikkan cadangan air tanah setempat;
2 (2) jenis kolam retensi yang bisa diterapkan, yaitu:
A. Kolam Retensi yang berada di samping badan sungai.
Prinsip yang dipakai dalam pembangunannya wajib tersedia huma yg cukup sebab secara parsial berada di luar alur sungai. syarat yang lain adalah tidak Mengganggu sistem aliran sungai yang terdapat. Kriteria Perencanaan Konstruksi yg bisa dibuat artinya:
Tanggul atau dinding pemisah antara sungai serta kolam retensi pula wajib dibuat sekuat mungkin, sebab akan menerima tekanan yg kuat waktu muka air maksimum terjadi. Kegagalan/keruntuhan tanggul akan membentuk sistem operasi kolam retensi sebagai gagal.
Disusulkan buat membuat ambang yang melintang sungai diantara pintu inlet serta outlet. Tujuannya ialah mengarahkan air, saat debit banjir datang asal hulu ke pintu inlet serta mengarahkan air saat debit banjir rob dari hilir datang ke pintu outlet.
buat kejadian banjir berasal hulu, pola operasi adalah menggunakan pintu inlet dibuka dan pintu outlet ditutup. saat tampungan kolam retensi telah optimum, maka pintu inlet ditutup. Bila debit yang terdapat di sungai sudah normal, maka pintu outlet dibuka secara bertahap buat mengalirkan air asal kolam retensi bertahap ke sungai.
Sedangkan untuk penanganan Rob, pola operasinya ialah waktu air rob datang pintu outlet dibuka dan pintu inlet ditutup. ketika tampungan kolam retensi telah optimum, pintu outlet ditutup. Jika debit yg ada pada sungai sudah normal, maka pintu outlet dibuka secara bertahap buat mengalirkan air berasal kolam retensi sedikit demi sedikit ke sungai.
dapat dilengkapi menggunakan pelimpah samping untuk faktor keamanan kolam retensi serta saringan sampah/trash rack
untuk mempertahankan usia guna, perlu dilakukan pemeliharaan. Secara sederhana bisa dilakukan pengerukan kolam menggunakan rutin untuk mempertahankan volume optimal kolam.
B.Kolam Retensi yg berada di dalam badan sungai.Kolam Retensi atau Retarding
sebab berada di pada badan sungai sebagai akibatnya konsepnya menjadi seperti menggunakan waduk. Penggunaan tipe ini mampu dilakukan Jika terkendala dengan lahan, karena memanfaatkan badan sungai itu sendiri. Kriteria Perencanaan Konstruksi yg bisa dirancang merupakan:
Konstruksi pelimpah absolut diperlukan buat menjaga keamanan konstruksi karena kolam retensi berada pada badan sungai dimana semua konstruksinya akan menerima gaya yg berat saat debit banjir datang.
Dianjurkan untuk menggunakan tipe pelimpah overflow yg bisa menghemat konstruksi (karena tidak perlu mengembangkan saluran pelimpah samping Bila menggunakan pelimpah samping).
Bila konstruksinya seperti ilustrasi pada gambar, maka konstruksi pintu outlet dan pilarnya harus benar-benar bertenaga.
dapat dibuatkan kolam penangkap sedimen di hulu pintu inlet sekaligus memasang trash rack di pintu inlet.Kolam Retensi atau Retarding
Pola operasi pintu inlet dan outlet saat banjir asal hulu serta rob berasal hilir datang sama menggunakan kolam retensi tipe pertama.
Pola pemeliharaan secara garis besar sama dengan kolam retensi jenis yg pertama.
Related Article :
Apa itu Beton? Definisi & Sejarah Beton