Erosi tanah merupakan masalah ekonomi dan lingkungan Aliran Sungai yang penting di seluruh dunia. Untuk menilai risiko erosi tanah dan melestarikan sumber daya tanah dan air, pemodelan erosi Aliran Sungai tanah pada skala DAS sangat penting. Model Guelph untuk mengevaluasi pengaruh Sistem Manajemen Pertanian terhadap Erosi dan Sedimentasi (GAMES) dibuat khusus untuk aplikasi tersebut; Namun, hal itu membutuhkan sejumlah besar informasi spasial yang perlu diproses terlebih dahulu menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Model GAMES saat ini tidak memiliki alat otomatis seperti itu. Dengan demikian, GAMES secara longgar digabungkan ke antarmuka GIS untuk mengelola data masukan spasial yang besar dan untuk menghasilkan representasi kartografi yang efisien dari hasil keluaran model. Alat antarmuka yang dikembangkan diuji untuk mensimulasikan DAS berpasangan Kettle Creek di Ontario Selatan, Kanada. Hasilnya menunjukkan bahwa prosedur berbantuan GIS meningkatkan kemampuan model GAMES dalam mensimulasikan DAS yang bervariasi secara spasial dan membuat proses lebih efisien dan ramah pengguna. Selain itu, kualitas pelaporan dan tampilan output spasial yang dihasilkan juga meningkat secara signifikan. Antarmuka GAMES yang dikembangkan dapat diterapkan pada setiap daerah aliran sungai, dan peningkatannya dapat digunakan untuk menilai risiko erosi tanah dan melestarikan sumber daya tanah dan air dengan cara yang efektif.
Sebelum penggunaan model hidrologi berbasis komputer dan Sistem Informasi Geografis (SIG) dalam proyek hidrologi dan hidrolik, praktisi mengumpulkan sejumlah peta, citra, jaringan sungai, dan data relevan lainnya dari survei lapangan untuk melakukan analisis hidrologi pendahuluan manual seperti sebagai delineasi daerah tangkapan [1] [2]. Metode manual ini sangat melelahkan, memakan waktu dan tidak efisien [3]. Kemajuan teknologi GIS, data spasial digital, dan komputer yang efisien telah menghalangi kebutuhan akan banyak teknik padat karya ini [4]. Perkembangan di bidang GIS membantu pengguna untuk mengatur semua bentuk data yang bereferensi geografis sebagai lapisan dan berbagai perangkat lunak/alat GIS seperti ArcGIS [5], memungkinkan ahli hidrologi untuk melakukan pra-proses, melihat dan menganalisis model elevasi digital khusus proyek (DEM ), tanah, penggunaan lahan, dan data hidrometeorologi secara spasial [6]. Selain itu, beberapa fungsi hidrologi dibangun untuk melakukan beberapa penyelidikan awal yang telah mengurangi tingkat aproksimasi dan subjektivitas yang terlibat [7]. Penggunaan teknologi GIS dalam setiap proyek hidrologi secara signifikan meningkatkan kualitas, akurasi, dan ketepatan waktu produk akhir [8]. Selanjutnya, GIS sangat menyederhanakan model set up dan meningkatkan kinerja model [9]. Selain itu, kemajuan GIS memungkinkan pengguna untuk menangani sejumlah besar data dalam jangka waktu yang singkat.
Komponen penting lain dari GIS adalah peningkatan pemahaman visual input spasial dan hasil output oleh manajer, pengambil keputusan dan masyarakat luas [10]. Mengubah input penggunaan lahan atau memperkenalkan praktik pengelolaan terbaik (BMP) untuk membandingkan output selanjutnya dapat sangat membantu untuk mengidentifikasi masalah dan memudahkan proses pengambilan keputusan. Demikian pula, antarmuka khusus ketika ditautkan ke aplikasi GIS telah meningkatkan popularitas dan kegunaan model hidrologi terdistribusi spasial dan membawanya ke penggunaan yang lebih besar dan penerimaan yang luas [11].


