Belajar praktis analisa struktur 1, kenapa saya kasih judul belajar mudah sebab nantinya disetiap penjelasan akan aku berikan gambar keterangan yang supaya para pembaca lebih cepat memahaminya, dibandingkan hanya dengan berita saja yg pastinya sulit difahami serta membosankan.Belajar Praktis Analisa Struktur
sebelum menganjak kesitu kita fahami dulu dibawah ini:
Analisa struktur ialah disiplin ilmu yang menelaah perihal gaya-gaya dan pergeseran yang terjadi pada suatu struktur akibat beban-beban yg bekerja pada struktur tadi. di analisa struktur 1 ini, kita akan mempelajari hal-hal dasar perhitungan struktur sebelum perhitungan-perhitungan yg lebih pada lagi, disini kita perlu mengetahui konsep-konsep dasar perhitungannya. agar lebih simpel nantinnya untuk ke perhitungan-perhitungan struktur kedepannya.Belajar Praktis Analisa Struktur
Perlu kita ketahui bahwasanya tidak ada yang sulit didunia ini Bila kita memahami caranya /kita mempunyai ilmunya, jadi semangatlah untuk belajar mumpung masih muda
Pertama kita wajib tahu dulu bagian-bagian strukturnya.
1. Tumpuan / perletakan
A .Tumpuan sendi
Yaitu jenis tumpuan yang hanya bisa menerima 2 reaksi gaya, yaitu reaksi vertikal dan reaksi horizontal.
Perlu diingat tumpuan ini tidak bisa menerima momen. Dan jika ia menerima momen maka ia akan berputar sesuai arah momen yang bekerja.
![]() |
![]() |
B. . Tumpuan roll
Tumpuan jenis ini lebih rendah lagi cakupannya, yaitu hanya bisa menerima gaya yang bekerja arah vertikal saja.
Perlu diingat lagi tumpuan ini tidak bisa menerima gaya horizontal dan momen.
![]() |
C. Tumpuan jepit
Yang ketiga adalah tumpuan jepit dimana tumpuan jepit ini lebih kompleks lagi, yaitu ia bisa menerima baik itu gaya horizontal, vertical dan juga ia bisa menerima momen.
Perlu diingat kembali, di tumpuan ini dianggap tidak ada gerakan sama sekali.Belajar Praktis Analisa Struktur
Baiklah bila sudah sedikit faham mengenai tumpuan diatas kita akan belajar ketahap selanjutnya yakni beban.
2. Beban (muatan)
Dalam pelajaran Teknik sipil diperguruan tinggi kita akan sering sekali menemui yang namanya beban, berikut adalah sedikit mengenai jenis-jenis beban muatan,bisa kita lihat dibawah ini:
- Beban terpusat yang miring
- Beban terpusat .
- Beban terdistribusi merata
- Beban merata berbentuk segitiga
- Beban merata berbentuk persegi panjang
- Beban merata berbentuk trapesium
- Dll
Sebelum lebih jauh, perlu diketahui analisa struktur itu dibagi atas 2 yaitu :
1. Mekanika statis tertentuBelajar Praktis Analisa Struktur
Pada statis tertentu jumlah reaksi dari perletakannya <= 3 reaksi perletakan
2. Mekanika statis tak tentu
Sedangkan di statis tak tentu jumlah reraksi dari perletakannya > 3 Di analisa struktur ini kita akan mempelajari kontruksi yang bersifat statis tertentu yaitu mempelajari tentang struktur dalam keadaan seimbang. Dimana konsep terpentingnya yang haru-harus selalu di ingat dalam struktur statis tertentu yaitu :
- sigma V = 0 ( komponen gaya vertikal = 0 )
- sigma H = 0 ( komponen gaya horizontal = 0 )
- sigma M = 0 ( jumlah momen disekitar suatu titik tertentu = 0 )
Konsep diatas akan selalu kita gunakan dalam perhitungan-perhitungan kontruksi kedepannya, jadi akan lebih baik agar di perhatikan baik-baik.
Ada beberapa jenis model penumpuan balok dalam kontruksi yaitu :
- Balok sederhana
- Balok console ( cantilever )
- Balok menggantung ( overhanging beam )
Sebelum menyelesaiakan contoh-contoh dengan penyelesaian dengan model-model diatas kita perlu memahami konsep dalam
- Momen Perjanjian tanda dalam perhitungannya
- Lintang
- dan Normal
Baiklah supaya lebih jelasnya kita akan mempelajari satu persatu melalui contoh-contoh berikut ini
1. Balok sederhana
Dengan beban terpusat
JAWAB :
Gaya Horizontal Sigma { H=0 > HA=0
Reaksi perletakan
Perlu diingat kembali
(syarat tanda dalam perletakan)
- Jika gaya bekerja searah jarum jam ,terhadap titik yang ditinjau maka tandanya adalah (+) Positif
- Namun jika gaya bekerja berlawanan jarum jam maka tandanya adalah (-) negatif
Sigma MA = 0
-RB.4 + P.2 = 0 RB.4 = 2.2
RB = 1 ton
Sigma MB = 0
RA.4 – P.2 = 0 RA=2.2/4 = 1 ton
Komponen arah vertical
Sigma V = 0 RA + RB – P = 0
1 +1 – 2 = 0
MOMEN = Gaya tegak lurus x jarak
UNTUK MOMEN
MA = 0
MB = 0 MC = RA.LC = RA .2 = 2 TM
Gaya lintang = gaya Y (bar) tegak lurus bidang
Gaya normal = gaya Y (bar) bekerja sejajar bidang
Perjanjian tanda
- Jika gaya bekerja searah jarum jam ,terhadap titik yang ditinjau maka tandanya adalah (+) Positif
- Namun jika gaya bekerja berlawanan jarum jam maka tandanya adalah (-) negatif
UNTUK NORMAL
Karena Sigma H=0 Ha = 0
Maka gaya normal (tidak ada)
![]() |
Dengan beban terpusat miring
Contoh soal :
![]() |
Penyelesainannya Sama seperti contoh sebelumnya namun perlu diperhatikan ada sedikit perbedaan yaitu :
Perlu menguraikan gaya beban terlebih dahulu menjadi (P sin a) dan (P cos a)
Sigma H=0
RAH = P cos a (kekanan)
Perlu diperhatikan juga beban tepusat miring ada gaya normalnya
Na = -RaH
Dengan Beban Merata,
Contoh soal diatas coba hitung dan gambarkan bidang M,D,N
Komponen Horizontalnya :
Sigma H=0
RaH = 0
Reaksi Perletakan Sigma MA = 0
-RB.4+q.L.(1/2) = 0
Atau bisa juga
-RB.4+Luasan (jarak ke titik berat) = 0
-RB.4 + 2.4 (4/2) = 0
RB = 4 Ton
Sigma MB = 0
RA.4 + 2.4.(4/2) = 0
RA= 4 Ton Komponen Vertikal
Sigma V = 0
RA + RB – Luasan = 0
4 + 4 – 2.4 = 0
Untuk Momen
MA = 0
MB = 0
Mx = RA.x – Luasan . (titik Berat/Jaraknya)
=RA.x – q.x.(1/2x)
=RA.x – 1/2qx2
M2 = RA.2 – 1/2.q.(2)2
= RA .2 – 1/2 .q.(2)2
= 4 Tm
Untuk Lintang
DA = RA
D2 = RA – q.2
= 4 – 2.2 = 0
DAB = RA – q.4
= -4 Tm
Dengan Beban merata Segitiga
Konsep penyelesaiannya sama seperti dengan beban merata persegi panjang . hanya berbeda pada :
Luasannya : 1/2 alas x tinggi 1/2 .4.4
Titik Beratnya (jarak titik beratnya ke tumpuan A dan B)
Balok console ( Cantilever)
Ditanya Hitung dan gambarkan Bidang M,D,N ?
Penyelesaiannya
Komponen gaya Horisontalnya
Sigma H = 0
HA = 0
Reaksi perletakan tidak memerlukan Sigma M di sustu titik. Tetepi cukup periksa saja komponenn gaya vertikalnya saja , karena hanya ada 1 tumpuan
Sigma V = 0
RA – P = 0
RA = P = 2 ton
Untuk Momennya
MB = 0
MA = -P.4 = -2 . 4 = -8 Tm (terjadi momen negative (-))
Untuk Lintangnya
DA = RA = 2 T
DB= RA – P = 2 – 2 = 0
Untuk normalnya Tidak ada normal karena tidak ada komponen gaya Horizontalnya.
3. balok menggantung
Konsep balok menggantung ini mirip dengan konsep yang ada pada balok sederhana. Hanya ada sedikit perbedaan pada momen, karena adanya batang berlebih. Untuk lebih jelasnya kita lihat contoh dibawah ini.
Ditanya : Hitung dan gambarkan Bidang M,D,N nya?
Penyelesaian
Komponen gaya Horizontal
Sigma H = 0 HA = 0
Reaksi perletakan
Sigma MA = 0
-RB.4 + P3.5 + P2.3 + q.L2m ( L2m/2) – P1.1 = 0
RB.4 = 2.5 + 3.3 + 1.2(1) – 1.1
RB = 10 + 9 +2 -1 /4 = 5 T
Komponen Gaya Vertikal
Sigma V = 0 (RA + RB)-( P1+q .L2m + P2 + P3) RA + 5 – 1 -2 – 3 -2 = 0 RA = 3 T
Untuk Momen
Mc = 0
Mf = 0
Ma = -P1.1 = – 1Tm Balok Berlebih C – A jadi mirip dengan Balok
MD = -P.3 +RA . 2 – q.2(1/2.2) Contilever
= -3 + 6 – 2
= 1 Tm
MG = – P1.4 + RA.3 – q.2 (1/2.2+1)
= -4 + 9 – 4
= 1 Tm
MB = -P3.1 = -2.1 = -2 Tm
Untuk Lintang
Dc = -P1 = 1 T
Da = – P1 + RA = 2 T
Dd = -P1 + RA-q.2 = 0 T
Dg = -P1+RA – q.2 – 3 = -3 T
Db = – P1 + RA-q.2-3 + RB = 2 T
Df = – P1+ Ra – q.2 -3+RB = 0 T
Baiklah sedikit ulasan ihwal artikel analisis struktur , perlu rekan rekan ketahui ini masih sangat sederhana sekali Bila kita terapkan dalam bangunan maka akan sangat rumit dan panjang pada penyelesaiannya. tetapi semangat buat terus belajar tidak akan terpatahkan , salam berasal mahaiswa Teknik Sipil Universitas PGRI Semarang,
Mohon maaf Jika terdapat penulisan atau kata kata yg salan kritik serta saran dari pembaca sangatlah membantu buat pemugaran artikel
Terima Kasih
Baca Juga :
Pengertian dan Definisi Volume Pekerjaan

















