Pernahkah kalian menemui kesulitan dalam mengkonversi Harga Satuan Bahan agar sesuai dengan nilai koefisien yang terdapat dalam AHS? Kasus seperti ini biasanya bisa kita temui dalam menghitung Rencana Anggaran Biaya, yaitu saat akan membuat Analisa Harga Satuan.
Saat membuat Analisa Harga Satuan, kita mempunyai nilai koefisien yang akan dikalikan dengan harga satuan bahan/tenaga. Nilai koefisien ini, ditentukan berdasakan satuan yang digunakan untuk menghitung Analisa Harga tersebut. Pada artikel ini kita akan mencoba membahas satu contoh kasus yang bisa bantu kita memahami bagaimana cara melakukan konversi satuan tersebut.
Sebagai contoh, kita perhatikan dibawah ini adalah Analisa untuk pekerjaan pembuatan 1 m2 lahan produksi tebal 8cm beton f’c 14,5 MPa (K-175). Pada bagian ‘Bahan’ terdapat beberapa item bahan yang digunakan untuk pekerjaan tersebut yaitu Semen (Kg), Pasir Beton (Kg), Kerikil Beton (Kg), dan Air (Liter) dengan satuannya masing-masing. Terdapat juga nilai koefisien dan Harga Satuan dari masing-masing bahan yang digunakan.
 |
| Sumber : http://jharwinata.blogspot.com/ |
Pada bagian kolom Harga Satuan, kita akan melakukan penginputan harga satuan berdasarkan harga setempat di daerah tempat pekerjaan akan dilaksanakan. Namun ternyata harga satuan yang kita dapatkan memiliki satuan harga yang berbeda.
 |
| Sumber : http://jharwinata.blogspot.com/ |
Apakah bisa langsung kita masukan nilai harga satuan tersebut kedalam Analisa Harga Satuan? Jawabannya TIDAK. Mengapa? Karena nilai harga tersebut perlu dikonversi dulu sesuai dengan satuan yang akan digunakan, agar ketika nilai koefisien dikalikan dengan harga satuan tersebut, maka sudah sesuai dengan harga yang sebenarnya. Lantas, Bagaimana cara melakukan konversi harga satuan tersebut?
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mencari data Berat Jenis dari bahan atau material yang digunakan. Data Berat Jenis ini bisa kalian dapatkan di Google ataupun bisa kalian download di ‘Pedoman Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan Gedung/PPPURG 1987’ yang juga menyediakan data berat jenis material.
Berdasarkan Data tersebut, kita ketahui bahwa Berat Jenis dari setiap material adalah sebagai berikut :
 |
| Sumber : http://jharwinata.blogspot.com/ |
Harga Terbaru didapatkan dari pembagian antara Harga Sebelumnya dibagi dengan Berat Jenis dari material. Nah…. pada bagian ini Satuan yang digunakan sudah sesuai dengan harga material tersebut. Sehingga langkah selanjutnya kita sudah dapat menghitung Analisa Harga Satuan tersebut.
 |
| Sumber : http://jharwinata.blogspot.com/ |
Jumlah Harga didapatkan dari Harga Terbaru dikalikan dengan Koefisien. Setelah itu, kita lanjutkan perhitungan seperti pada umumnya menghitung Analisa Harga Satuan, yaitu Total Harga Tenaga ditambah dengan Total Harga Bahan. Nilai Total Tenaga+Bahan dikalikan profit 10-15% dan ditambahkan kedalam harga Total Akhir Analisa Pekerjaan.
Semoga informasi ini bisa bermanfaat untuk kita semua, Terimakasih sudah berkunjung dan mendukung blog ini. Tulisan – tulisan di blog ini 100% original berasal dari admin, maka apabila anda ingin melakukan copywriting, tolong disertakan sumber dari blog ini. Apabila tidak, maka Copywriting harus bersedia dilaporkan kepada pihak google terkait plagiat dan pencurian hak cipta, sebab semua artikel yang ada di situs web ini, memiliki dasar hukum. Sekian dan Terimakasih, Salam Engineering