Skip to content
INOVATIF, PROFESSIONAL DAN BERKEPRIBADIAN
facebook
youtube
instagram
Program Studi Teknik Sipil UMA – Jurusan Teknik Sipil Terbaik di Sumut
Call Support +62 813-9775-1995
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
Jl. PBSI No. 1 Medan Estate
  • HOME
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • VISI & MISI
  • AKADEMIK
    • INFORMASI AKADEMIK
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-LEARNING
      • JURNAL
    • JADWAL AKADEMIK
      • Jadwal Pengisian KRS
      • JADWAL KULIAH
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • JADWAL PRAKTIKUM
      • JADWAL UJIAN
        • JADWAL UTS
        • JADWAL UAS
      • JADWAL SEMESTER ANTARA
      • JADWAL WISUDA
    • KALENDER AKADEMIK
    • KURIKULUM
    • Road Map
    • Profil Lulusan
  • AKTIVITAS PRODI
    • KEGIATAN PRODI
    • PRESTASI PRODI
  • MAHASISWA
    • BEASISWA
      • SYARAT DAN KETENTUAN PENERIMA KIP KULIAH
      • BEASISWA BANK INDONESIA (BI)
      • BEASISWA YPHAS BAGI SISWA/I BERSAUDARA KANDUNG
      • BEASISWA YPHAS BAGI SISWA/I BERPRESTASI DI SEKOLAH (RANGKING I, II, III)
      • BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK
    • SISTEM INFORMASI
      • DATA MAHASISWA
      • JURNAL MAHASISWA
      • AOC
      • ELEARNING
      • APIK
      • OPAC
      • UMAIL
    • PRESTASI MAHASISWA
  • DOSEN
    • PENASEHAT AKADEMIK
    • DATA DOSEN
    • PRESTASI DOSEN
    • AKTIVITAS DOSEN
    • JURNAL DOSEN
    • AOC
    • TKTD
    • ELEARNING
    • OPAC
    • UMAIL
  • ARSIP
    • Dokumen Prodi
    • PENGUMUMAN
    • SK DOSEN
    • RPS MATA KULIAH
  • ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • DATA ALUMNI
  • LABORATORIUM
    • INFO LABORATORIUM
    • APLIKASI LABORATORIUM
  • HUBUNGI KAMI

Kebencanaan dicermati asal Kajian Teknik Sipil serta Arsitektur

Posted on 6 April 202213 January 2025 by admin
0

Kebencanaan artinya keliru satu aspek krusial pada keberhasilan penataan ruang dan perencanaan desain ruang. Penelitian ini bertujuan buat mengungkap aspek teknik sipil serta arsitektur pada kajian kebencanaan. Metode menggunakan kajian literatur menggunakan menganalisa beberapa artikelhasil penelitian maupun artikel kajian literatur. deskriptif serta perumusan yang akan terjadi kajian literatur dari artikel-artikel yang terdapat akan mendapatkan konsep perihal mitigasi kebencanaan pada kaitan dengan teknik sipil serta arsitektur. yang akan terjadi dari perumusan teoritik membentuk bahwa kearifan lokal yang dipadukan dengan keilmuan akan membuat pengelolaan kebencanaan yg baik.Kebencanaan dicermati asal Kajian

bencana membuahkan kehancuran pada segala bidang termasuk infrastruktur. aktivitas insan tidak mampu terlepas berasal infrastruktur karena infrastruktur merupakanwadah berlangsungnya kegiatan manusia. mala artinya peristiwa alam yang menyebabkan kerusakan antara lain yaitu gempa, gunung meletus, tsunami, banjir, angin topan, kekeringan, tanah longsor, wabah penyakit dan lainnya. tak seluruh mala mengakibatkan kerusakan bangunan. keliru satu mala yg tidak mengakibatkan kerusakan bangunan secara langsung ialah endemi penyakit atau kekeringan. namun, hampir semua bencana yang ditimbulkan sang alam membuat kerusakan pada bangunan. berbagai mitigasi dicoba oleh manusia agar bangunan tidak mengalami kerusakan dampak bencana alam. Beberapa penelitian dilakukan buat menemukan cara mengatasi mala bagi bangunan. salah satu bencana alam yang menjadi perhitungan dalam perencanaan bangunan adalah bencana gempa. Penelitian tentang bangunan tahan gempa terus menerus dilakukan. Selain itu, gempa jua akan membuat skala kota sebagai terimbas. banyak kegiatan di perkotaan yang terganggu dengan adanya gempa. Mitigasi dilakukan tak hanya buat skala bangunan saja, tetapi pula untuk skala perkotaan. Kearifan lokal sebagai galat satu acuan dalam menggali pengetahuan buat mengatasi gempa. Penataan ruang menjadi keliru satu poin dalam mengatasi mala gempa pada skala perkotaan. Bangunan tingkat tinggi diatur sedemikian rupa sehingga tidak membuat kesulitas pada mitigasi gempa. Unsur-unsur yang perlu diperhatikan yaitu penataan konfigurasi ruang, ruang terbuka serta kepadatan bangunan (Wikantiyoso, Utara, and Barat 2010). Selain gempa, tanah longsor menjadi mala yang menghambat infrastruktur. Topografi serta kemiringan tanah menjadi faktor penyebab tanah longsor. warga sudah mengetahui bahwa topografi serta kemiringan curam akan memungkinkan terjadinya tanah longsor, tetapi masyarakat tidak memiliki huma lain sebagai akibatnya warga menghasilkan rumah tinggal di huma yg ada. di penelitian pada Kejajar Wonosobo didapat empat kriteria yaitu rendah, sedang, tinggi serta sangat tinggi. Kemiringan lereng, tutupan vegetasi, pergerakan tanah, curah hujan sebagai faktor penyebab tanah longsor di Kejajar Wonosobo (Infromasi et al. 2015). Pengetahuan masyarakat ihwal konstruksi bangunan menjadikan rumah tinggal tidak direncanakan dengan baik sehingga waktu terjadi tanah longsor, bangunan menjadi rusak.bencana yg identik menggunakan kerusakan infrastruktur baik dari skala bangunan juga skala perkotaan atau wilayah perlu diwaspadai serta dicegah sedini mungkin. Penelitian ini ialah penelitian literatur yg membahas kebencanaan dipandang berasal aspek teknik sipil dan arsitektur. Teknik sipil dari sisi konstruksi bangunannya serta arsitektur dari sisi keruangan, estetika bangunan dan dari sisi lingkungan, wilayah atau perkotaan.Kebencanaan dicermati asal Kajian

Hasil dan Pembahasan

tata ruang wilayah perkotaan termasuk pada kajian arsitektur. Masing-masing wilayah mempunyai ciri yg fc206ad04f4e2453ce9aad41266780bc. Beberapa daerah mempunyai kesamaan terhadap bencana. bhineka karakteristik pula menimbulkan bencana yg tidak sinkron juga. keliru satu misalnya adalah Kabupaten Pamekasan memiliki karakteristik yang memiliki kesamaan terkena bencana banjir. mala banjir yg terjadi di Kabupaten Pamekasan terjadi akibat adanya kemiringan lahan, tekstur tanah yang berkecenderungan halus, Intensitas hujan dengan curah yg tinggi, wilayah nya dekat dengan sungai, kurangnya vegetasi yg bisa menghambat banjir. bencana ke 2 yg terjadi pada Kabupaten Pamekasan artinya bencana tanah longsor. Beberapa ciri wilayahnya meliputi adanya konvoi tanah, kelerangan lebih kurang 15-25%, Ketidakstabilan jenis tanahnya. akibat adanya ciri daerah yg rawan mala menyebabkan infrastruktur pada Kabupaten Pamekasan mengalami kerusakan. Infrastruktur yg mengalami kerusakan mencakup tempat tinggal tinggal, mushola, sekolah, jalan, jembatan, saluran irigasi, talud jalan. akibat yang terjadi ialah syarat sosial ekonomi mengalami kendala sebagai akibatnya pemerintah turun tangan dengan memberikan bantuan. Pemerintah tak terus menerus menyampaikan donasi sebagai akibatnya perlu adanya pergerakan perekonomian dengan melakukan perjuangan berdikari (Qaiyim 2018). Penataan ruang akan berhasil pada saat memperhatikan keberadaan lingkungan, efektifnya penggunaan ruang, mempertahankan kualitas ruang. Analisis kebencanaan sebagai galat satu kunci keberhasilan dalam penataan ruang suatu daerah. Identifikasi suatu daerah ihwal kecenderungan mala menghasilkan pemerintah bisa melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap mala. Pencegahan yg berhasil akan menghasilkan ruang berfungsi menggunakan baik serta tidak ada gangguan. Mitigasi mala pada skalaKebencanaan dicermati asal Kajian

wilayah akan berhasil menggunakan melakukanbeberapa langkah diantaranya yaitu mengidentifikasi sumber bencana, menghasilkan pola daerah yang terjadi mala, menentukan taraf kebencanaan yg terjadi. Setiap daerah perlu membentuk aturan perundang-undangan agar mitigasi berjalan efektif. keliru satu contoh adalah pemerintahan pada Sulawesi membentuk beberapa hukum perundang-undangan yang berisikan mitigasi bencana sehingga peristiwa mala dapat ditanggulangi dengan baik (Tondobala 2011).Selain Peraturan Daerah, aspek yg memilih pada mitigasi bencana adalah organisasi yang menangani mala. sesuai aturan pemerintah organisasi yang menanggulangi bencana artinya Badan Penanggulangan mala daerah (BPBD). Kinerja BPBD perlu selalu dinilai supaya mampu menghasilkan kinerja yg baik. evaluasi mampu dilaksanakan berdasarkan di unsur produktivitas, responsivitas, kualitas layanan, responsibilitas, akuntabilitas. Kabupaten Wonosobo termasuk ke dalam wilayah yang rentan dengan mala tinggi. Beberapa dokumen telah didesain oleh BPBD Wonosobo meskipun perlu terdapat peningkatan kualitas dokumen. Kualitas layanan bisa baik pada waktu BPBD memiliki peralatan yg memadai buat melakukan pengelolaan mala. Selain itu, asal daya insan juga perlu ditingkatkan kualitas serta kuantitasnya sehingga bisa mengelola mala dengan baik (Indriyan and Hariani 2014).Mitigasi yang berbasis kearifan lokal mengakibatkan suatu wilayah mampu terhindar dari bencana. salah satu model merupakan kearifan lokal masyarakat Tieng pada Kabupaten Wonosobo yg melakukan perjuangan mitigasi berbasis kearifan lokal. bencana tanah longsor yang seringkali melanda Desa Tieng menyebabkan masyarakat melakukan kerja bakti setiap satu bulan sekali untuk melakukan reboisasi. Pemilihan tumbuhan krusial supaya tanah menjadi kuat serta tak mudah longsor. Selain itu, bersih-bersih sungai juga dilakukan oleh warga secara rutin menggunakan melakukan selametan sungai. aktivitas mitigasi lain dilakukan menggunakan melakukan sosialisasi ihwal mitigasi mala dan persiapan keluar rumah waktu terjadi curah hujan tinggi. rakyat keluar rumah menggunakan membawa benda berharga. aktivitas mitigasi tadi diturunkan pada anak-anak sebagai akibatnya mitigasi mampu berkelanjutan (Puspitasari, Bima, and Dewi 2018)Analisis wacana mala pada penataan ruang perlu dilakukan agar mitigasi mampu berjalan dengan baik. Pembuatan peta wilayah sesuai dengan analisis kebencanaan sebagai hal yang perlu dilakukan. Kota Ambon termasuk galat satu kota yang sudah mempunyai beberapa peta daerah terkait menggunakan analisis kebencanaan. Beberapa peta yg ada diantaranya peta tingkat kerawanan mala longsor, peta tipologi zona rawan mala longsor, luas tingkat kerawanan mala longsor, peta peruntukan fungsi kawasan bencana longsor (Gambar 1) (Kesaulya 2016)Kebencanaan dicermati asal Kajian

Usulan penggunaan lahan, peta penempatan pos pemantauan bencana, peta lokasi tempat sosialisasi bencana, peta penempatan posko evakulasi dibuat berdasarkan analisis kebencanaan dan menjadi salah satu pengelolaan dalam manajemen bencana (Gambar 2). (Kesaulya 2016)

Pemanfaatan lahan bencana termasuk salah satu cara untuk mitigasi bencana. Penataan ruang wilayah menjadi hal penting dengan adanya karakteristik lahan yang berpotensi menimbulkan bencana. Analisis kebencanaan dari kota Manado menghasilkan karakteristik fisik kemiringan lereng dengan 4 jenis karakter yaitu 1)datar, 2)landai, 3)agak curam, 4)sangat curam. Penggunaan lahan yang bermacam-macam menyebabkan perlunya perlakuan yang berbeda agar mitigasi menjadi berhasil (Topo 2019).Selain bidang arsitektur, teknik sipil juga sangat berkaitan dengan kebencanaan. Wilayah sungai yang berhubungan dengan bencana banjir memerlukankajian teknik sipil bidang ilmu sumber daya air. Daerah aliran sungai (DAS) menjadi ranah kajian teknik sipil yang bisa dikaitkan dengan aliran air. DAS juga bisa mempengaruhi volume air di bendungan yang digunakan untuk pengairan pertanian. Bendungan merupakan salah satu infrastruktur yang dibangun dengan menggunakan ilmu teknik sipil (Azmeri, Safrida, and Mironi 2016). Dalam teknik sipil dibahas tentang likuifaksi yang termasuk dalam bencana pergerakan tanah. Likuifaksi mirip dengan gempa namun ada tambahan pergeseran tanahnya. Faktor yang mempengaruhi likuifaksi yaitu intensitas gempa, arah getaran gempa, properti tanah, muka air tanah, kondisi topografi, dan kondisi tanah atau lingkungan lainnya. Analisa penurunan tanah menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam analisa tentang likuifaksi. Perbaikan tanah akibat likuifaksi dapat dilakukan dengan pemasangan micropiles bambu, adanya sumur resapan, pipa pezometer dan penanaman tanaman khusus seperti bambu dan baobab (Mangunpraja and Prihatiningsih 2019)Bidang ilmu teknik sipil juga digunakan untuk mengkaji dampak dari bencana yang terjadi seperti bencana tsunami. Seberapa besar peristiwanya, menghitung waktu sampai tsunami dari pusatnya, memperkirakan peletakan dari alat pendeteksinya. Penghitungan gelombang memperhatikan keilmuan tentang gelombang. Karakteristik tsunami adalah tidak dispersif, refraksi, defraksi, shoaling, refreksi, run up (Nahak, Christiana, and Deasi 2018).Kebencanaan dicermati asal Kajian

DAFTAR PUSTAKA

  • Azmeri, Azmeri, Safrida Safrida, and Rahmi Mironi. 2016. “Manajemen Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana Banjir Bandang Di Desa Beureunut Kecamatan Seulimun Kabupaten Aceh Besar.” Seminar Nasional Teknik Sipil, no. August: 1–5.
  • Indriyan, I, and D Hariani. 2014. “Analisis Kinerja Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang.” Journal of Public Policy and …. https://ejournal3.undip.ac.id/index.php/jppmr/article/view/9321.
  • Infromasi, Media, Pengembangan Ilmu, Profesi Kegeografian, Longsor Di, and Kecamatan Kejajar. 2015. “Pemanfaatan Teknologi Sig Untuk Pemetaan Tingkat Ancaman Longsor Di Kecamatan Kejajar, Wonosobo.” Pemanfaatan Teknologi Sig Untuk Pemetaan Tingkat Ancaman Longsor Di Kecamatan Kejajar,
  • Wonosobo12 (2): 202–13. https://doi.org/10.15294/jg.v12i2.8035.
  • Kesaulya, Hertine. 2016. “Perencanaan Mitigasi Bencana Longsor Di Kota Ambon.” Spasial3 (3): 228–35.
  • Mangunpraja, David Manoel, and Aniek Prihatiningsih. 2019. “Analisis Perbaikan Tanah Sebagai Bentuk Mitigasi Bencana Likuifaksi Yang Dapat Diaplikasikan Masyarakat Di Palu.” JMTS: Jurnal Mitra Teknik Sipil2 (4): 95. https://doi.org/10.24912/jmts.v2i4.6167.
  • Nahak, Priska Gardeni, Mathelda Christiana, and Mauta Deasi. 2018. “Tinjauan Mitigasi Bencana Tsunami Di Kawasan Wisata Pesisir Teluk Kupang” III (1): 244–49.
  • Puspitasari, Anisa Eka, Dion Prabu Septa Bima, and Titis Puspita Dewi. 2018. “Mitigasi Bencana Berbasis Kearifan Lokal Di Desa Tieng, Kabupaten Wonosobo.” JurnalGeografi
    Lingkungan Tropik2 (2): 42–49. https://doi.org/10.7454/jglitrop.v2i2.51.
  • Qaiyim, Asy’ari. 2018. “Analisis Dampak Sosial Ekonomi Di Kabupaten Pamekasan (Studi Kasus Banjir, Longsor Dan Kekeringan Di Pamekasan 2007).” Journal of Management and Accounting1 (2): 153–68. https://media.neliti.com/media/publications/266500-analisis-dampak-sosial-ekonomi-pasca-ben-30a35ded.pdf.
  • Tondobala, Linda. 2011. “Pemahaman Tentang Kawasan Rawan Bencana Dan Tinjauan Terhadap Kebijakan Dan Peraturan Terkait.” JurnalSabua3 (1): 58–63.
  • Topo, Ruth. 2019. “KAJIAN PEMANFAATAN LAHAN PADA DAERAH RAWAN BENCANA LONGSOR DI KECAMATAN WANEA KOTA MANADO.” Jurnal Spasial6 (2): 511–20.
  • Wikantiyoso, Respati, Sumatra Utara, and Sumatra Barat. 2010. “Mitigasi Bencana Di Perkotaan ;Adaptasi Atau Antisipasi Perencanaan Dan Perancangan Kota ? ( Potensi Kearifan Lokal Dalam Perencanaan Dan Perancangan Kota Untuk Upaya Mitigasi Bencana ).” Local WisdomVolume:II, (MITIGASI BENCANA): 18–29. http://www.respati.ucoz.com.

Baca Juga :
Pengertian dan Definisi Volume Pekerjaan

View this post on Instagram

Shared post on Time

BERITA
Dari Teori ke Lapangan: Belajar Langsung di Jantung Industri! 🧡👷‍♂️👷‍♀️
Melihat langsung skala...
Menuju Jepang: Mahasiswa Teknik Sipil UMA Ikuti Tahapan Seleksi Magang Internasional
Mahasiswa Program Studi...
Universitas Medan Area Sembelih 24 Ekor Lembu dan 2 Ekor Kambing pada Idul Adha 1447 H
Perayaan Hari Raya...

Kaitan UMA

Lokasi Fakultas Teknik UMA

KAMPUS I :

Jalan Kolam No. 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
Telepon : (061) 7360168, 7366878, 7364348
Fax : (061) 7368012
Call Center : 0811-6013-888

KAMPUS II :

Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
Telepon : (061) 8225602, 8201994
FAX : (061) 8226331
Call Center : 0811-6013-888

Silahkan kunjungi juga website Prodi :  
  • Teknik Elektro : elektro.uma.ac.id
  • Teknik Mesin : mesin.uma.ac.id
  • Teknik Arsitektur : arsitektur.uma.ac.id
  • Teknik Industri : industri.uma.ac.id
  • Teknik Informatika : informatika.uma.ac.id
 
Copyright © 2016 - 2026 PDAI - Universitas Medan Area