Meander atau sungai yang berkelok, secara umum artinya tikungan pada peredaran air atau sungai berliku-liku. Sebuah Meander terbentuk ketika air beranjak di sungai mengikis tepi luar dan memperlebar lembah nya. Sebuah sirkulasi air pada volume berapapun bisa mengakibatkan jalur air menjadi berkelok-kelok, berkali kali mengikis endapan atau sedimen dari luar tikungan dan mengendapkannya mereka pada dasar sungai. Hasilnya ialah pola meliuk seperti ular menerus sepanjang watershed atau wilayah aliran sungai.Sungai Berkelok-kelok Atau
Sungai berkelok-kelok (meandering) di suatu dataran aluvial memiliki serangkaian tikungan menggunakan urutan berbalikan yang dihubungkan dengan bagian lurus pendek yg diklaim Pelintas (crossing). Lebar sabuk meander (Width of meandering belt) disimbolkan “Mb” adalah jeda lintas melintang antara klimaks dari satu tikungan menggunakan titik puncak pada tikungan sebalik yang berikutnya
Penyebab MeanderingSungai Berkelok-kelok Atau
Meandering ditimbulkan terjadinya ekses muatan sedimen waktu banjir, ketika terjadi ekses peredaran turbulen.Sungai Berkelok-kelok Atau
Penelitian menunjukkan bahwa saat muatan sedimen melebihi jumlah yg diperlukan buat stabilitas, sungai cenderung membentuk kemiringan yang lebih besar dengan pengendapan sedimen pada dasarnya.
Bertambahnya kemiringan ini mengakibatkan melebarnya alur sungai Jika tebing sungai tidak kuat menahan kikisan.
dengan kenaikan aliran menyilang sedikit saja, akan terjadi aliran lebih akbar pada satu tebing daripada pada tebing yg lain.Sungai Berkelok-kelok Atau
Naiknya sirkulasi lalu akan lebih tertarik kearah tebing tersebut, yg menyebabkan mengecilnya aliran di tebing yang lain, lalu membuat peredaran melengkung serta akhirnya menghasilkan meander pada alur sungai.
Meandering bisa juga disebabkan sang erosi tebing setempat yg menyebabkan pengendapan pada sungai dengan muatan sedimen berlebih yang berkiprah sepanjang dasar sungai tadi.
Sudetan
waktu kelokan sungai berkembang hingga mencapai kondisi yg ekstrim menyerupai bentuk tapal kuda (Oxbow), maka lahan pada antaranya lambat laun menciut sebagai leher sempit yang dapat terpotong menjadi sudetan oleh arus alami waktu terjadi banjir. Sudetan bisa didefinisikan menjadi suatu proses terjadinya peredaran sungai aluvial yang memungkinkan suatu lengkungan sungai menghilangkan belokan tertentu serta menghasilkan peredaran primer secara komparatif mengalir melalui alur yang lurus serta lebih pendek.
Sungai mulai berliku. Erosi lebih akbar pada luar tikungan, deposisi lebih pada.
besar liku/meander sudah terbentuk.
mutilasi sungai melalui Meander, menciptakan sebuah jalur yg lurus dan bentuk tapal kuda (oxbow lake)
Related Article :
Pemecah Gelombang Air Atau Breakwater