Skip to content
INOVATIF, PROFESSIONAL DAN BERKEPRIBADIAN
facebook
youtube
instagram
Program Studi Teknik Sipil UMA – Jurusan Teknik Sipil Terbaik di Sumut
Call Support +62 813-9775-1995
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
Jl. PBSI No. 1 Medan Estate
  • HOME
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • VISI & MISI
  • AKADEMIK
    • INFORMASI AKADEMIK
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-LEARNING
      • JURNAL
    • JADWAL AKADEMIK
      • Jadwal Pengisian KRS
      • JADWAL KULIAH
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • JADWAL PRAKTIKUM
      • JADWAL UJIAN
        • JADWAL UTS
        • JADWAL UAS
      • JADWAL SEMESTER ANTARA
      • JADWAL WISUDA
    • KALENDER AKADEMIK
    • KURIKULUM
    • Road Map
    • Profil Lulusan
  • AKTIVITAS PRODI
    • KEGIATAN PRODI
    • PRESTASI PRODI
  • MAHASISWA
    • BEASISWA
      • SYARAT DAN KETENTUAN PENERIMA KIP KULIAH
      • BEASISWA BANK INDONESIA (BI)
      • BEASISWA YPHAS BAGI SISWA/I BERSAUDARA KANDUNG
      • BEASISWA YPHAS BAGI SISWA/I BERPRESTASI DI SEKOLAH (RANGKING I, II, III)
      • BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK
    • SISTEM INFORMASI
      • DATA MAHASISWA
      • JURNAL MAHASISWA
      • AOC
      • ELEARNING
      • APIK
      • OPAC
      • UMAIL
    • PRESTASI MAHASISWA
  • DOSEN
    • PENASEHAT AKADEMIK
    • DATA DOSEN
    • PRESTASI DOSEN
    • AKTIVITAS DOSEN
    • JURNAL DOSEN
    • AOC
    • TKTD
    • ELEARNING
    • OPAC
    • UMAIL
  • ARSIP
    • Dokumen Prodi
    • PENGUMUMAN
    • SK DOSEN
    • RPS MATA KULIAH
  • ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • DATA ALUMNI
  • LABORATORIUM
    • INFO LABORATORIUM
    • APLIKASI LABORATORIUM
  • HUBUNGI KAMI

Pekerjaan Grouting Atau Sementasi

Posted on 17 December 202014 March 2022 by admin
0

Grouting ialah suatu proses, dimana suatu cairan campuran antara semen dan air diinjeksikan dengan tekanan ke dalam rongga, pori, rekahan serta retakan batuan yg selanjutnya cairan tadi pada saat eksklusif akan menjadi padat secara ekamatra juga kimiawi. pekerjaan grouting artinya salah satu cara dalam pemugaran pondasi (foundation treatment) di bendungan air terutama bendungan.Pekerjaan Grouting Atau Sementasi

Selain itu grouting jua metode buat mengisi rongga struktur beton yang kropos serta penambahan coran dampak pengecoran tidak tepat, Mortar fillet ( Pinggulan sudut ) buat pondasi mesin, menjadi dudukan mesin ,dudukan bearing pondasi jembatan, pembuatan beton pra cetak, penutup retak yg akbar, tentunya semen Grouting siap pakai yg memiliki ciri tidak susut serta bisa mengalir sangat baik, memenuhi persyaratan baku corps of engineering CDR C-621 dan ASTM C-1107Pekerjaan Grouting Atau Sementasi

Teknologi grouting bukanlah barang baru, grouting sudah ada Dari tahun 1800-an serta bahkan sebelumnya. Grouting awalnya hanya digunakan buat mengontrol sirkulasi air, namun sekarang sudah meluas dan aplikasinya tidak terbatas, diantaranya artinya digunakan buat:Pekerjaan Grouting Atau Sementasi

  • Mengurangi peredaran atau rembesan air
  • meningkatkan daya dukung tanah/batuan
  • Pemadatan (mengisi rongga dan celah/rekahan pada tanah/batuan), sertaPekerjaan Grouting Atau Sementasi
  • Memperbaiki kerusakan struktur.

Berdasarkan James Warner (2005), tipe โ€“ tipe sementasi (grouting) sesuai tujuannya dapat dibedakan sebagai enam (6) jenis, yaitu:

  1. Sementasi penembusan (permeation grouting)
  2. Sementasi pemadatan (compaction grouting)
  3. Sementasi rekahan (fracture/claquage grouting)
  4. Sementasi adonan/jet (mixing/jet grouting)
  5. Sementasi isi (fill grouting) serta
  6. Sementasi vakum (vacuum grouting)

Sedangkan menurut Soedibyo (1993), tipe sementasi (grouting) sesuai bahan yg digunakan terdapat 3 tipe, yaitu:

  1. injeksi bahan kimia
  2. injeksi sistem Soletanche dan
  3. injeksi menggunakan semen.

Campuran Grouting (Bahan Grout)
Bahan grouting yg dipergunakan dalam pekerjaan grouting bisa berupa material suspense dan atau kimiawi. Material suspensi yang awam digunakan merupakan semen serta Jika perlu digunakan bahan tambahan berupa bentonit atau bahan homogen. Air menjadi bahan cairan yg dipakai sebagai pencampur semen, wajib bebas dari kandungan lumpur, bahan organik dan unsur lain yang dapat menyebabkan penurunan kualitas adonan. Sedangkan bahan semen yang digunakan artinya Portland Cement (PC), tipe I yg tidak mengandung bahan lain dan memenuhi kondisi yg ditentukan dalam SII – 3 – 1981.

Perbandingan bahan grout buat cement milk, ditentukan sesuai tujuan asal grouting tersebut serta syarat batuan yang juga akan berubah menurut besarnya penyerapan grouting. Perbandingan adonan semen yg seringkali digunakan buat pekerjaan grouting ini ialah C : W = 1 : 10 sampai 1 : 1. buat retakan yg relatif besar dipakai C : B= 1 : 0,5, dan bahkan kadang – kadang digunakan mortar (campuran semen dan pasir).

pada umumnya proporsi adonan dimulai asal C : W = 1 : 10 atau 1 : 8. apabila grouting memberikan penyerapan grout yg lebih besar berasal 30 liter per mnt serta berlangsung selama 20 mnt maka adonan dikentalkan secara berangsur. tetapi sebaliknya bila tekanan ijneksi naik tiba – datang atau jumlah volume grout masuk turun sangat banyak maka campuran diubah menjadi lebih encer.

Grouting Semen

Grouting semen merupakan grouting semen yang merupakan campuran antara air dan semen menggunakan perbandingan C : W = 1 : 10 sampai 1 : 1. Perubahan dari campuran semen dan air ini sangat tergantung pada permeabilitas batuan dan syarat batuannya sendiri.

di grouting semen ini kadang kala dilakukan tambahan bahan grout berupa tanah lempung atau pasir halus yg dilakukan sinkron dengan kondisi batuan yg menempati lokasi planning bendungan (jika membangun bendungan). berita sifat fisik dan teknik dari tanah / batuan memiliki arti yang sangat penting yg perlu diketahui terutama Jika grouting akan dipertimbangkan menjadi bagian asal perbaikan pondasi bendungan atau berasal penggalian terowongan.

Penentuan permeabilitas serta porositas tanah akan bisa membantu dimana permeabilitas akan mengontrol kemampuan grouting serta jenis bahan grout yg akan digunakan. Sedangkan porositas tanah menentukan jumlah bahan grout yang dibutuhkan serta hal ini akan berkaitan dengan besarnya biaya pekerjaan.

Grouting Kimia

Secara awam grouting semen tak bisa dilakukan di tanah dengan koefisien permeabilitas lebih kecil asal 0,1 centimeter/dtk (10^-1 centimeter/dtk) serta grouting lempung tidak mampu dilakukan di tanah menggunakan k < 0,01 cm/detik (10^-2 cm/detik) dan bahan groutnya berupa campuran semen dan air.

Grouting kimia adalah grouting yang dilakukan dengan campuran bahan kimia dan air atau cairan bahan kimia dengan bahan kimia lainnya. Grouting kimia ini umumnya digunakan untuk mengisi retakan yang halus atau butiran batuan yang halus yang dimaksudkan untuk memperkecil koefisien permeabilitas dan meningkatkan kuat tekan dari batuan atau bagian bangunan yang di grout.

Pada tanah dengan k > 0,01 cm/dtk (10^-dua cm/dtk) cairan grout harus mempunyai viskositas sebanyak 10 centipois atau lebih tanpa kesulitan, kecuali grouting ini dilakukan dekat permukaan dengan tekanan grout yg dipergunakan rendah. Grouting kimia bisa dilakukan pada tanah menggunakan k hingga 0,00001 cm/detik (10^-lima centimeter/dtk) dan hasilnya cukup memuaskan (Federal Highway Administration,1976).

Secara awam grouting kimia ini dikenal beberapa sistem yaitu :

  1. Sistem silikat, sistem ini menggrouting lapisan pasir menggunakan larutan natrium silikat yg memiliki koefisien permeabilitasnya lebih kurang lima x 10-4 centimeter/detik atau lebih besar . Grouting menggunakan bahan grout berasal silikat ini dapat melakukan penetrasi di tanah pasir halus menggunakan berukuran butirnya berkisar antara 100 – 70 mikron dan pasir yg memiliki permeabilitas lebih kecil asal 10-4 cm/dtk.
  2. Sistem acrylamide, sistem ini bisa dilakukan di tanah dengankoefisien permeabilitas berasal 10-5cm/dtk atau lebih akbar. Acrylamide ini viskositasnya berkisar antara 1,50 centipois atau sama menggunakan viskositas air sehingga acrylamide ini simpel dipenetrasikan ke pada lapisan pasir halus. buat lebih baiknya dalam memanfaatkan acrylamide ini usahakan larutan acrylamideini mempunyai pH antara 7 – 11. Cairan acrylamide ini beracun serta bisa menembus kulit.
  3. Bahan grout kimia lainnya ialah berupa Lignochromes, Resin, Foams dan Isosyanate tetapi cairan ini sangat beracun.

Pemeriksaan hasil grouting:

  1. investigasi yang akan terjadi grouting dilakukan dengan membuat check hole di titik yg dipilih dan biasanya pada bor miring agar mewakili zona grouting
  2. Pengambilan contoh inti (core sampling) buat melihat secara visual efektivitas penetrasi grouting dan dapat diperiksa menggunakan membubuhkan phenolptalein 0.1 n.
  3. Pengujian permeabilitas setelah grouting dengan water pressure test atau lugeon test. Tekanan diatur mirip uji permeabilitas secara naik serta turun, yaitu bervariasi 1-3-5-7-10-7-5-3-1 Kilo Gram/cm2, tergantung syarat batuan.
  4. setelah selesai check hole diisi dengan adonan bahan grouting yg kental 1:1 atau 1:0.5 sampai jenuh.

alat-alat Grouting
1. Mesin bor
digunakan buat pembuatan lubang grout, dengan diameter antara 46 โ€“ 76 mm. jenisnya bor putar (rotary type drill).
2. Perkakas grouting
mencakup packer, stang grouting, by pass, manometer, keran pengatur tekanan, pipa pemasukan dan pengembali dan pengukur debit.
tiga. Grout mixer serta agitator
buat mencampur bahan grout sinkron menggunakan perbandingan yang dipengaruhi, lalu dialirkan kedalam agitator menjadi tempat grout siap buat diambil oleh pompa.
4. Pompa grout
Umtuk memompakan grout yg tersimpan pada agitator ke lubang grout melalui unit alat-alat grouting.

Related Article :
Pemecah Gelombang Air Atau Breakwater

View this post on Instagram

Shared post on Time

BERITA
Rektor UMA Menerima Kunjungan Silaturahmi dari BSI Tbk Iskandar Muda Medan
Rektor Universitas Medan...
LANGKAH AWAL MENUJU GLOBAL: MAHASISWA TEKNIK SIPIL UMA IKUTI INTERVIEW & COACHING MAGANG JEPANG! ๐ŸŒ๐Ÿ‡ฏ๐Ÿ‡ต
Halo #SobatSipil! ๐Ÿ‘‹...
Dari Teori ke Lapangan: Belajar Langsung di Jantung Industri! ๐Ÿงก๐Ÿ‘ทโ€โ™‚๏ธ๐Ÿ‘ทโ€โ™€๏ธ
Melihat langsung skala...

Kaitan UMA

Lokasi Fakultas Teknik UMA

KAMPUS I :

Jalan Kolam No. 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
Telepon : (061) 7360168, 7366878, 7364348
Fax : (061) 7368012
Call Center : 0811-6013-888

KAMPUS II :

Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
Telepon : (061) 8225602, 8201994
FAX : (061) 8226331
Call Center : 0811-6013-888

Silahkan kunjungi juga website Prodi :  
  • Teknik Elektro : elektro.uma.ac.id
  • Teknik Mesin : mesin.uma.ac.id
  • Teknik Arsitektur : arsitektur.uma.ac.id
  • Teknik Industri : industri.uma.ac.id
  • Teknik Informatika : informatika.uma.ac.id
 
Copyright ยฉ 2016 - 2026 PDAI - Universitas Medan Area