Skip to content
INOVATIF, PROFESSIONAL DAN BERKEPRIBADIAN
facebook
youtube
instagram
Program Studi Teknik Sipil UMA – Jurusan Teknik Sipil Terbaik di Sumut
Call Support +62 813-9775-1995
Email Support [email protected]
Location Jl. Kolam No. 1 Medan Estate
Jl. PBSI No. 1 Medan Estate
  • HOME
  • PROFIL
    • AKREDITASI
    • FUNGSIONARIS
    • STRUKTUR ORGANISASI
    • VISI & MISI
  • AKADEMIK
    • INFORMASI AKADEMIK
      • AKADEMIK ONLINE
      • E-LEARNING
      • JURNAL
    • JADWAL AKADEMIK
      • Jadwal Pengisian KRS
      • JADWAL KULIAH
      • Jadwal Seminar & Sidang
      • JADWAL PRAKTIKUM
      • JADWAL UJIAN
        • JADWAL UTS
        • JADWAL UAS
      • JADWAL SEMESTER ANTARA
      • JADWAL WISUDA
    • KALENDER AKADEMIK
    • KURIKULUM
    • Road Map
    • Profil Lulusan
  • AKTIVITAS PRODI
    • KEGIATAN PRODI
    • PRESTASI PRODI
  • MAHASISWA
    • BEASISWA
      • SYARAT DAN KETENTUAN PENERIMA KIP KULIAH
      • BEASISWA BANK INDONESIA (BI)
      • BEASISWA YPHAS BAGI SISWA/I BERSAUDARA KANDUNG
      • BEASISWA YPHAS BAGI SISWA/I BERPRESTASI DI SEKOLAH (RANGKING I, II, III)
      • BEASISWA PENINGKATAN PRESTASI AKADEMIK
    • SISTEM INFORMASI
      • DATA MAHASISWA
      • JURNAL MAHASISWA
      • AOC
      • ELEARNING
      • APIK
      • OPAC
      • UMAIL
    • PRESTASI MAHASISWA
  • DOSEN
    • PENASEHAT AKADEMIK
    • DATA DOSEN
    • PRESTASI DOSEN
    • AKTIVITAS DOSEN
    • JURNAL DOSEN
    • AOC
    • TKTD
    • ELEARNING
    • OPAC
    • UMAIL
  • ARSIP
    • Dokumen Prodi
    • PENGUMUMAN
    • SK DOSEN
    • RPS MATA KULIAH
  • ALUMNI
    • TRACER STUDY
    • DATA ALUMNI
  • LABORATORIUM
    • INFO LABORATORIUM
    • APLIKASI LABORATORIUM
  • HUBUNGI KAMI

Analisis Stabilitas Lereng Tanggul Jalan

Posted on 18 October 202014 March 2022 by admin
0

Kestabilan pekerjaan tanah (stek, tanggul, tanggul) dan lereng alami merupakan?masalah yang menjadi perhatian para ahli geoteknik, baik praktisi maupun peneliti. Gangguan yang ditimbulkan oleh pemecahan lereng biasanya spektakuler, seringkali merusak dan terkadang mematikan. Banyak metode untuk menghitung stabilitas telah diusulkan. Ini dibedakan? berdasarkan asumsi yang diterima oleh penulisnya (metode perhitungan dalam Stabilitas Lereng batas keseimbangan, metode perhitungan putus, metode perhitungan deformasi) dan kemudahan implementasinya (perhitungan menggunakan grafik, perhitungan otomatis menggunakan perangkat lunak), tetapi semuanya setuju untuk menentukan faktor keamanan keseluruhan menurut mana stabilitas?dari?lereng yang dipelajari dianggap terjamin atau terganggu, atau oleh efek parsial faktor keamanan di satu sisi, tegangan yang diterapkan dan, di sisi lain, sifat mekanik tanah . Berbagai teknik perkuatan tanggul telah dikembangkan. Mereka dibedakan oleh proses realisasinya, biayanya, dan daya tahannya. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk menyajikan masalah stabilitas lereng alami dan buatan pada proyek konstruksi. Dalam hal ini, penekanan khusus?diberikan pada sensitivitas parameter input model perhitungan (tanah, beban),?yang seharusnya berkontribusi untuk meningkatkan kesadaran tentang masalah ini, sebagai prasyarat untuk membuat keputusan yang tepat dan solusi teknis yang optimal di bidang ini .

Pembangunan tanggul jalan dengan ketinggian bervariasi Stabilitas Lereng terus dilakukan di China. Konstruksi timbunan tidak jarang dilakukan di atas konsistensi tanah lunak yang relatif tidak mampat; sehingga perlu ditingkatkan untuk menghindari bahaya kelongsoran lereng baik stabilitas internal maupun keseluruhan. Longsor dapat disebabkan oleh berat tanggul sendiri, kemiringan tanggul dan beban lalu lintas di atas tanggul jalan. Pengalaman dan pengamatan menunjukkan bahwa ketidakstabilan lereng dalam banyak kasus menunjukkan massa geser tanah, badan geser, dalam permukaan geser lurus atau melengkung. Karena tegangan-tegangan di bagian atas dan kekuatan tanah yang dapat diabaikan, terutama dalam kasus tanah berbutir halus, terjadi retak bukaan, yang karena arah gerakannya, dapat terlihat sebagai guratan di permukaan. Munculnya retakan tersebut merupakan tanda yang jelas dari ketidakstabilan lereng pada tahap awal kemunculannya. Retak menunjukkan bahwa itu mungkin berlanjut ke permukaan geser yang baru. Daerah benda luncur dan lingkungan disekitarnya disebut longsor. Slip lereng dapat terjadi dengan cepat dengan munculnya perpindahan besar yang dicapai dalam waktu singkat, setelah itu massa geser tetap pada posisi keseimbangan baru. Namun, kelongsoran bisa menjadi proses yang lama dan kompleks, yang terkadang mempengaruhi perubahan geometri longsor.

Dua metode yang digunakan untuk menyelesaikan analisis stabilitas tanah dasar: Metode Elemen Hingga (FEM) dan Metode Kesetimbangan Batas (LEM). Dalam perkembangannya metode LEM lebih sering digunakan oleh para Engineer karena lebih Stabilitas Lereng familiar dibandingkan dengan metode FEM. Untuk menyederhanakan perhitungan, analisis dilakukan dengan menggunakan beberapa program komputer tambahan. Beberapa metode kesetimbangan batas sebelumnya masih menggunakan metode sederhana yang dapat dihitung dengan tangan tanpa menggunakan program komputer bantu. Contohnya adalah analisis longsor oleh Haefeli (1948) dan u=0 untuk analisis tak terdrainase oleh Fellenius (1918) [1] . Dengan berkembangnya teknologi, perhitungan analisis longsor dikembangkan dengan Stabilitas Lereng menggunakan program komputer. Perhitungan program masih berdasarkan metode irisan. Metode irisan pertama dikembangkan oleh Fellenius (1927) dan kemudian mengembangkan beberapa penelitian analitik menggunakan metode irisan pada tahun 1950-1960an [2].

Bishop (1955) juga mengembangkan metode sliding analysis dengan metode irisan [3]. Hal ini diikuti oleh peneliti lain: Janbu et al. (1956) [4] , Lowe dan Karafiath (1960), Morgenstern and price (1965) [5] dan Spencer (1967) [6] . Metode irisan 2D lainnya dengan metode kesetimbangan batas telah dipelajari oleh Fellenius dan Krahn (1984), Nash (1987); Morgenstern (1992), Duncan (1996). Zhu dkk. (2003) telah merangkum beberapa hasil perhitungan dengan metode irisan [7].

Semua metode yang ada digunakan untuk menghitung nilai ‘faktor keamanan’ (FS) untuk kelongsoran timbunan. Nilai FS yang diperoleh dalam analisis keruntuhan timbunan adalah dari perbandingan antara kuat geser ultimit (gaya tahanan) dengan tegangan geser termobilisasi (driving force) pada longsoran. Beberapa rumus dapat digunakan untuk mendapatkan nilai FS.

Stabilitas Lereng

View this post on Instagram

Shared post on Time

BERITA
LANGKAH AWAL MENUJU GLOBAL: MAHASISWA TEKNIK SIPIL UMA IKUTI INTERVIEW & COACHING MAGANG JEPANG! ๐ŸŒ๐Ÿ‡ฏ๐Ÿ‡ต
Halo #SobatSipil! ๐Ÿ‘‹...
Dari Teori ke Lapangan: Belajar Langsung di Jantung Industri! ๐Ÿงก๐Ÿ‘ทโ€โ™‚๏ธ๐Ÿ‘ทโ€โ™€๏ธ
Melihat langsung skala...
Menuju Jepang: Mahasiswa Teknik Sipil UMA Ikuti Tahapan Seleksi Magang Internasional
Mahasiswa Program Studi...

Kaitan UMA

Lokasi Fakultas Teknik UMA

KAMPUS I :

Jalan Kolam No. 1 Medan Estate / Jalan Gedung PBSI, Medan 20223
Telepon : (061) 7360168, 7366878, 7364348
Fax : (061) 7368012
Call Center : 0811-6013-888

KAMPUS II :

Jalan Sei Serayu No. 70 A / Jalan Setia Budi No. 79 B, Medan 20112
Telepon : (061) 8225602, 8201994
FAX : (061) 8226331
Call Center : 0811-6013-888

Silahkan kunjungi juga website Prodi :  
  • Teknik Elektro : elektro.uma.ac.id
  • Teknik Mesin : mesin.uma.ac.id
  • Teknik Arsitektur : arsitektur.uma.ac.id
  • Teknik Industri : industri.uma.ac.id
  • Teknik Informatika : informatika.uma.ac.id
 
Copyright ยฉ 2016 - 2026 PDAI - Universitas Medan Area