Strip pemotong aspal biasanya digunakan sebagai penghalang vegetasi di sekitar tiang pagar pembatas dalam desain struktur keselamatan pinggir jalan. Strip pemotong aspal secara historis dimodelkan sebagai lapisan kaku dalam simulasi; asumsi ini menghasilkan pengendalian permukaan tanah yang signifikan pada tiang pagar pembatas. Namun, percobaan telah menunjukkan bahwa pecahnya aspal harus dipertimbangkan dalam analisis respons tiang pagar pembatas yang tertanam di strip pemotong rumput. Penelitian ini menyelidiki pengaruh sifat material aspal dan geometri strip potong terhadap kinerja tiang pagar pembatas menggunakan simulasi elemen hingga. Simulasi numerik dilakukan dan dikorelasikan dengan hasil eksperimen statis dan pengujian material. Simulasi pengujian dan hasil eksperimen digunakan untuk mengevaluasi respon tiang pagar pembatas dengan berbagai desain mow strip untuk memprediksi tingkat kekangan dari lapisan aspal. Model tersebut kemudian digunakan untuk menyelidiki pengaruh sifat material aspal dan geometri strip pemotong rumput pada kinerja keseluruhan sistem. Hasilnya menunjukkan bahwa memasukkan pecahnya aspal dalam simulasi numerik sangat penting dalam memprediksi secara akurat perilaku tiang pagar pembatas yang dipasang di strip aspal. Selain itu, geometri strip pemotong rumput bersama dengan sifat material aspal secara signifikan mempengaruhi respon tiang pagar pembatas.
Strip pemotong aspal biasanya digunakan sebagai penghalang vegetasi di sekitar tiang pagar pembatas dalam desain struktur keselamatan pinggir jalan. Strip aspal secara historis dimodelkan sebagai lapisan kaku dalam simulasi; asumsi ini menghasilkan pengendalian permukaan tanah yang signifikan pada tiang pagar pembatas. Namun, percobaan telah menunjukkan bahwa pecahnya aspal harus dipertimbangkan dalam analisis respons tiang pagar pembatas yang tertanam di strip pemotong rumput. Penelitian ini menyelidiki pengaruh sifat material aspal dan geometri strip potong terhadap kinerja tiang pagar pembatas menggunakan simulasi elemen hingga. Simulasi numerik dilakukan dan dikorelasikan dengan hasil eksperimen statis dan pengujian material. Simulasi pengujian dan hasil eksperimen digunakan untuk mengevaluasi respon tiang pagar pembatas dengan berbagai desain mow strip untuk memprediksi tingkat kekangan dari lapisan aspal. Model tersebut kemudian digunakan untuk menyelidiki pengaruh sifat material aspal dan geometri strip pemotong rumput pada kinerja keseluruhan sistem. Hasilnya menunjukkan bahwa memasukkan pecahnya aspal dalam simulasi numerik sangat penting dalam memprediksi secara akurat perilaku tiang pagar pembatas yang dipasang di strip aspal. Selain itu, geometri strip pemotong rumput bersama dengan sifat material aspal secara signifikan mempengaruhi respon tiang pagar pembatas.
