Pembuangan limbah padat merupakan masalah yang mengkhawatirkan di sebagian besar negara Afrika. Limbah plastik seperti botol Polyethylene Terephthalate (PET) dan limbah bubuk seperti abu terbang sangat berbahaya bagi lingkungan. Mereka secara brutal mencemari badan air, tempat pembuangan sampah, serta atmosfer. Industri konstruksi telah berupaya meningkatkan kualitas beton dengan mengembangkan metode alternatif seperti penggantian sebagian semen dengan elemen pozzolan yang berbeda serta menggunakan bahan limbah berserat. Serat fly ash dan botol Polyethylene Terephthalate (PET) adalah dua bahan limbah umum yang dapat digunakan. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian yang mempelajari efek gabungan dari penambahan serat botol PET dan fly ash (sebagai pengganti semen parsial) terhadap kinerja struktur beton. Dari segi engineering murni, hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaatan dan penggabungan limbah PET dan fly ash dalam industri konstruksi merupakan solusi yang tepat untuk memperbaiki kualitas beton. Artikel ini menyajikan, di luar properti teknik dan pekerjaan eksperimental, keuntungan ekonomi dan lingkungan dari penambahan bahan limbah ini ke campuran beton konvensional. Penambahan serat botol PET dan fly ash menghasilkan implikasi biaya yang positif dengan pengurangan biaya produksi sebesar 19% dibandingkan campuran beton konvensional. Penghapusan bahan-bahan ini dari lingkungan juga menunjukkan pengurangan emisi unsur-unsur beracun ke tempat pembuangan sampah dan badan air yang membahayakan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan.
Pembuangan limbah padat merupakan masalah lingkungan yang mengkhawatirkan di sebagian besar negara Afrika. Limbah plastik seperti botol Polyethylene Terephthalate (PET) dan limbah bubuk seperti abu terbang merupakan tantangan lingkungan yang berat. Mereka sangat mencemari badan air, tempat pembuangan sampah, serta atmosfer. Hal ini pada gilirannya menghancurkan kehidupan manusia, hewan dan tumbuhan. Baru-baru ini sedang dilakukan penelitian tentang penggunaan bahan limbah dalam campuran beton baik untuk meningkatkan kualitasnya maupun untuk memberi manfaat bagi lingkungan. Industri konstruksi telah berupaya meminimalkan penggunaan semen dan meningkatkan kualitas beton dengan mengembangkan metode alternatif seperti penggantian sebagian semen dengan elemen pozzolan yang berbeda serta menggunakan bahan limbah berserat. Abu terbang dan serat botol PET adalah dua bahan limbah umum yang saat ini mencemari lingkungan. Artikel ini merupakan bagian dari penelitian yang mempelajari efek gabungan dari penambahan serat botol PET dan fly ash (sebagai pengganti semen parsial) terhadap kinerja struktur beton. Studi ini menyelidiki pengaruh penambahan botol PET dan fly ash terhadap sifat teknik dan kinerja lentur beton. Botol PET dengan rasio aspek 50 (panjang 100 mm dan lebar 2 mm) dan abu terbang ditambahkan ke campuran beton pada persentase yang berbeda dan dioptimalkan sesuai dengan hasil kerja eksperimental. Persentase optimal serat botol PET dan abu terbang adalah 1,5% dan 27,5% berat beton masing-masing [1] dan [2]. Dari sudut pandang rekayasa murni, hasil ini menunjukkan bahwa pemanfaatan dan penggabungan limbah PET dan abu terbang untuk peningkatan kualitas beton bergerak ke arah yang benar dan sangat direkomendasikan. Namun, pertimbangan lain seperti biaya dan keuntungan lingkungan harus dinilai sebelum bahan digunakan secara luas.
Manfaat lingkungan dan ekonomi dari minimisasi dan daur ulang limbah tidak dapat disangkal karena lingkungan dan industri konstruksi masing-masing mendapat manfaat dalam hal pencemaran dan pengurangan biaya. Sebuah studi oleh [3] melihat efek daur ulang bahan limbah (kaca, plastik dan beton yang dihancurkan) dan menggunakannya dalam campuran beton. Di samping properti rekayasa, hasil studi menunjukkan bahwa terdapat penurunan yang signifikan pada biaya pembuangan limbah dan biaya konstruksi. Studi lain oleh [4] juga mempelajari perkembangan kekuatan beton usia dini dengan penambahan Activator Blast Furnace Slag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan kekuatan beton usia dini berkontribusi terhadap pengurangan masa konstruksi. Ini pada gilirannya memiliki keuntungan ekonomi. Hasil percobaan kuat tekan dan daya serap beton bertulang serat PET diberikan oleh [5]. Serat yang digunakan terbuat dari limbah botol plastik yang tidak dapat terurai secara hayati. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bahan limbah mengurangi biaya beton bertulang serat plastik sekaligus mengatasi masalah pembuangan limbah padat. Dilaporkan oleh [6] bahwa penggantian sebagian semen dari beton menggunakan fly ash sebagai bahan pengganti mengurangi biaya konstruksi dan produksi. Studi tersebut juga menggarisbawahi bahwa beton yang dimodifikasi dengan fly ash lebih hemat biaya dibandingkan dengan beton semen portland biasa.
Manfaat penting lainnya dari memodifikasi beton dengan bahan limbah adalah mengurangi risiko yang dihadapi lingkungan. Botol PET adalah salah satu limbah plastik non-biodegradable utama yang dianggap berbahaya bagi lingkungan. Fly ash adalah produk sampingan dari pembakaran batu bara untuk pembangkit energi. Karena bahan kimia yang dikandungnya, itu berdampak negatif pada tanah, tanaman, atmosfer, dan lingkungan secara umum jika tidak dibuang dengan benar. Karena studi ini mengusulkan untuk menggunakan produk-produk ini untuk konstruksi, tentu saja hal ini berkontribusi pada manfaat penyelamatan lingkungan dari efek yang tidak diinginkan yang dihadapinya.
Artikel ini menyajikan, di luar properti teknik dan pekerjaan eksperimental, keuntungan ekonomi dan lingkungan gabungan dari penambahan serat botol PET dan abu terbang ke campuran beton konvensional. Dengan demikian, ini menyajikan informasi yang diperlukan untuk peneliti selanjutnya serta individu atau perusahaan yang mungkin ingin menggunakan bahan ini dalam produksi beton.
