Struktural jembatan dukungan tanda di atas yang memungkinkan menampilkan informasi yang diperlukan untuk wisatawan di berbagai jalur di jalan raya sering menggunakan panel tanda pesan besar: panel tanda pesan statis (SMS) atau panel tanda pesan dinamis (DMS). Seiring dengan panel SMS konvensional, penggunaan struktural jembatan panel DMS meningkat di jalan raya dari waktu ke waktu karena kemampuannya yang efektif untuk memandu wisatawan secara real-time. Jembatan rangka baja overhead bentang 4-tali sepanjang 230 kaki yang dipasang dengan panel SMS dan DMS telah dipelajari melalui analisis elemen hingga yang ekstensif untuk mengamati integritas struktural. Beban angin statis diterapkan pada rangka model untuk empat konfigurasi berbeda sesuai spesifikasi desain AASHTO LRFD 2016. Pendekatan perincian struktural yang inovatif untuk penyangga ujung rangka dan perincian sambungan untuk kerangka penyangga peralatan tol telah diusulkan berdasarkan analisis statis. Studi ini akan membantu para insinyur untuk merancang jembatan penyangga rambu di atas kepala dengan memastikan keselamatan publik dan integritas struktural.
Rambu-rambu pendukung jalan raya yang besar digunakan di jalan raya, jalan tol, dan arteri utama untuk manajemen arus lalu lintas yang lebih baik dengan memberikan informasi yang akurat dan tepat waktu kepada para pelancong yang dapat diklasifikasikan sebagai tanda pesan statis (SMS) dan tanda pesan dinamis (DMS). DMS digunakan untuk mengontrol, memperingatkan, dan menginformasikan pengemudi selama perjalanan mereka tanpa mengganggu lalu lintas. Untuk menghindari bahaya bagi pengemudi yang terkait dengan penyangga perantara di median atau lokasi lain, panjang struktur penyangga rambu biasanya lebih besar dari jalan raya yang berdekatan [1]. Struktur rambu jalan raya selalu dianggap fleksibel karena panjang bentangnya dan luas penampang serta massa yang relatif kecil. Karena fleksibilitasnya, rasio redamannya biasanya rendah, yaitu 1% dari redaman kritis. Properti underdamped membuat struktur tanda rentan terhadap getaran amplitudo besar yang dapat merusak struktur karena kelelahan akibat beban angin berulang [2]. Jumlah jalur meningkat dari hari ke hari di jalan raya / jalan tol di semua kota besar di AS karena meningkatnya volume lalu lintas [3]. Lokasi tersebut membutuhkan perhatian khusus untuk memberikan panduan yang akurat dan tepat waktu bagi para pelancong termasuk bahaya yang akan segera terjadi. Panel DMS sangat penting untuk jenis layanan ini tetapi dapat menciptakan dampak torsi pada sambungan rangka penyangga [3].
Beberapa studi [3] – [10] baik eksperimental dan analitis telah dilakukan untuk mengevaluasi perilaku struktural struktur pendukung tanda. Sebagian besar studi dibahas secara rinci untuk struktur pendukung kantilever dan anggota rangka tubular. Studi terbatas telah dilakukan untuk mengamati perilaku rangka empat tali. Tak satu pun dari studi dilakukan dengan hanya SMS full-cover atau kombinasi SMS dan DMS untuk jembatan penyangga rangka empat chord, yang dibuat dengan sudut baja. Dari studi sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa retak fatik sangat penting untuk struktur pendukung tanda terutama yang membawa kabinet DMS dan kegagalan mendadak bukanlah hal baru.
Gaya angin sangat penting untuk jembatan penyangga tanda di atas karena ukuran, panjang bentang, dan panel tanda yang berdekatan. Pengetahuan rinci tentang gaya angin yang bekerja pada anggota jembatan penyangga tanda overhead dan panel tanda yang berdekatan dianggap perlu untuk memprediksi perilaku yang akurat dari struktur tersebut, terutama bila dipasang dengan panel DMS. Keamanan publik sangat penting di jalan raya untuk jembatan pendukung tanda overhead bentang panjang seperti itu. Jembatan rangka baja overhead bentang 4-tali sepanjang 230 kaki yang dipasang dengan panel SMS dan DMS telah dipelajari melalui analisis elemen hingga yang ekstensif untuk mengamati integritas struktural. Perilaku struktur umum model jembatan rangka diuji dengan menerapkan beban angin statis untuk empat konfigurasi yang berbeda: (I) rangka saja (model referensi), (II) rangka tanpa sambungan fisik tanda panel SMS atau DMS, (III) rangka dengan fisik lampiran panel SMS, dan (IV) rangka dengan panel SMS dan DMS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh angin dan termal pada rangka overhead yang didukung oleh SMS dan DMS serta memahami perilaku penyebab retakan pada anggota rangka. Namun, hanya pengaruh beban angin statis beserta beban mati dan beban hidup yang ada dalam penelitian ini.
